BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, Warga OKU Selatan: Pak Bupati, Tolong Kami!
OKU SELATAN – mnctv.my.id – “Kalau biasanya uang Rp15 ribu bisa untuk beli kebutuhan lain, sekarang masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten OKU Selatan harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk mendapatkan satu liter Pertalite eceran.
Keluhan ini datang dari (w) masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM, sementara di sejumlah toko atau lapak pinggir jalan, harga Pertalite eceran disebut mencapai Rp15.000 per liter. masyarakat mulai mengeluhkan tingginya harga BBM jenis pertalite ucap (W) kepada awak media
Bukan karena tidak mau membeli, tetapi karena kendaraan tetap harus jalan.
Mau kerja, pakai motor.
Mau antar anak sekolah, pakai motor.Mau jemput anak, pakai motor.
Jadi kalau BBM susah didapat, masyarakat akhirnya harus antri lama atau beli eceran dengan harga yang lebih mahal?
(W)Salah satu perwakilan warga menyampaikan keluhannya kepada Pemerintah Kabupaten OKU Selatan.
“Pak Bupati, kan Bapak kami. Kami ini masyarakat kecil, jadi tolong diperhatikan kami Pak. Kami sangat susah untuk mendapatkan bbm di tambah lagi harga bbm di eceranyang sangat tinggi.”
Warga berharap keluhan tersebut tidak hanya berhenti sebagai cerita dari warung ke warung, tetapi bisa menjadi perhatian pemerintah daerah Oku Selatankhususnya.
Masyarakat juga meminta agar kondisi di lapangan dapat dicek secara langsung, terutama terkait ketersediaan BBM, harga jual eceran, takaran, serta asal-usul BBM yang dijual di toko atau lapak pinggir jalan.
Ketika BBM resmi sulit diperoleh dan antreannya panjang, penjualan eceran otomatis menjadi pilihan bagi sebagian warga.
Masalahnya, harga BBM ECERAN sampai Rp.15 ribu per liter, dompet masyarakat tentu ikut “menjerit”.
Bayangkan kalau setiap hari digunakan untuk bekerja dan mengantar anak sekolah. Selisih harga sedikit saja, kalau dikumpulkan setiap hari, tentu terasa berat bagi masyarakat berpenghasilan pas-pasan.
Karena itu, warga berharap Bupati OKU Selatan Abusama, S.H., bersama Sekda dan instansi terkait dapat melihat langsung kondisi tersebut dan mencari solusi agar masyarakat tidak terus-menerus dihadapkan pada pilihan yang sama: antre panjang atau membeli BBM dengan harga eceran yang lebih tinggi.
Namun perlu kami tegaskan, harga Rp15.000 per liter tersebut merupakan keluhan dan informasi yang disampaikan masyarakat di lapangan. Media ini belum menyimpulkan bahwa seluruh penjual BBM eceran menjual dengan harga tersebut.
Kami juga masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi Pemerintah Kabupaten OKU Selatan maupun instansi terkait, termasuk pihak-pihak yang berkepentingan dalam distribusi BBM.
Masyarakat hanya berharap satu hal:BBM tersedia, harganya wajar, takarannya sesuai, dan masyarakat kecil tidak semakin terbebani.
Pak Bupati, Pak Sekda…Mungkin masyarakat tidak meminta bulan dan bintang.Cukup BBM jangan susah, harganya jangan bikin dompet menangis.
Redaksi mnctv.my.id kontrol sosial, menyuarakan keluhan masyarakat dengan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik.
(Awaludin)
