ANGGARAN 14,7 MILIAR DIABAIKAN! OMBak LAPORKAN UPTD JALAN SERANG-CILEGON KEJATI BANTEN

IMG_20260806_114715

Kota Serang, medianewscentertelevision.my.id  – LSM OMBak bersama masyarakat menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kantor UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Serang – Cilegon, Kamis 6 Agustus 2026.

Aksi ini menyoroti anggaran Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan TA 2026 sebesar Rp 14.778.823.000 yang bersumber dari APBD Provinsi Banten. Rinciannya, Rp 13.862.244.000 untuk jalan dan Rp 916.579.000 untuk jembatan.

“Uangnya 14,7 Miliar. Tapi faktanya jalan Serang – Cilegon masih berlubang, bergelombang, dan rawan kecelakaan. Ini uang rakyat, harus dipertanggungjawabkan,” tegas Koordinator LSM OMBak dalam orasinya.

UPTD DIAM, OMBak LANGSUNG TANCAP GAS KEJATI
Selama aksi berlangsung, tidak ada satupun perwakilan UPTD yang keluar untuk melakukan mediasi. Padahal OMBak sudah memberi waktu 10 menit.

Karena diabaikan, LSM OMBak memutuskan membubarkan aksi dan langsung bergerak ke Kejaksaan Tinggi Banten untuk menyampaikan Laporan Pengaduan / LAPDU.

4 TUNTUTAN OMBak DALAM LAPDU:
1. Transparansi: Buka seluruh paket pekerjaan pemeliharaan jalan & jembatan TA 2025/2026 ke publik
2. Klarifikasi: Jelaskan lokasi pekerjaan, nilai kontrak, penyedia jasa, dan progres realisasi anggaran
3. Pengawasan: Mendesak pengawasan ketat agar pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan tidak merugikan keuangan negara
4. Penindakan: Minta APH menindaklanjuti jika ditemukan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan

OMBak menilai sikap tertutup UPTD melanggar UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan PP No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan.

“Kami datang baik-baik. Tapi kalau niat baik diabaikan, maka kami akan tempuh jalur hukum. Kami tidak akan berhenti sampai jalan Serang – Cilegon benar-benar layak dan anggaran 14,7 Miliar itu jelas pertanggungjawabannya,” lanjut OMBak.

ANCAMAN DIRUT OMBak: TURUNKAN MASSA LEBIH BESAR
Direktur LSM OMBak memberi peringatan keras kepada UPTD dan Pemprov Banten.

“Catat baik-baik! Hari ini kami datang dengan cara terhormat dan jumlah terbatas. Kalau aspirasi rakyat ini terus diabaikan, maka aksi berikutnya kami akan bawa pasukan lebih banyak. Kami akan lumpuhkan kantor ini sampai ada jawaban! Jangan salahkan rakyat kalau sudah muak,” tegas Dirut OMBak.

Aksi berjalan damai, tertib, dan sesuai aturan. OMBak mengimbau seluruh peserta menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis. (Red)